Made in Asia, apa yang salah?

Ditulis oleh: Mifta Sugesty

Caroline berteriak memanggil namaku di koridor. Saat itu masih sangat pagi, koridor masih belum ramai. Aku yang sedang mencoba membuka loker jadi lupa kombinasi nomor kunci lokerku karena teriakan Coroline.

“Lihat!”, dia menunjuk celana pendek yang dikenakannya. Celana olahraga warna biru dongker dengan strip warna merah muda di masing – masing pinggirnya.

“Wah, bagus. Celana baru?” Tanyaku.

“Nope!” dia menggelengkan kepalanya, “Ingat waktu pertama kali kita kenalan di depan sekolah? Waktu kamu bilang kamu dari Indonesia, dikepalaku seperti ada lonceng yang berbunyi. Aku merasa sering mendengar atau membaca kata Indonesia tapi lupa dimana aku pernah membacanya.”

“Terus?” Tanyaku lagi sambil kembali berusaha membuka lokerku.

“Terus pagi ini waktu aku berpakaian, tiba – tiba aku melihat label di celana olahragaku ini yang bertuliskan ‘Made in Indonesia’. Ha! Pantesan aja aku merasa familiar. Rupanya selama ini aku membaca kata Indonesia di label celana olahragaku. Waktu aku liat lagi di lemariku, ada 3 T-Shirt yang Made in Indonesia juga.”

Aku berhenti mencoba membuka lokerku dan menatap wajahnya. Namun dia hanya mengangkat bahu dan balik berkata, “It is cool, isn’t it?”

Apa yang terjadi dipagi hari itu membuat moodku menjadi jelek seharian penuh. Bagaimana mungkin teman baruku di USA mengenal Indonesia dari label celana pendeknya? Kelewatan sekali, pikirku saat itu.

***

Minggu depannya aku pergi ke Department Store yang lumayan besar di Clifton Park, New York. Cuaca yang semakin dingin di penghujung musim gugur membuatku mau tidak mau harus berbelanja pakaian hangat. Dengan maksud cuci mata, aku pergi ke bagian celana jeans dan menemukan jeans buatan Thailand seharga $13, tapi ketika aku menemukan celana jeans berlabel Made in USA, harganya $36. Perbedaan harga yang cukup jauh lagi – lagi membuatku tertegun. Kuambil kedua celana jeans itu dari raknya untuk kubandingkan. Keduanya sangat mirip. Sama – sama celana panjang berbahan jeans. Yang berbeda hanyalah di celana buatan USA tidak ada ornamen berwarna biru di bagian kantong seperti di celana buatan Thailand. Apa yang salah?

Sejenak aku teringat kembali kejadian di bulan Agustus ketika aku dan teman – temanku merebus jagung di tepi danau. Ketika itu aku mematahkan garpu jagung milik Braddy dan merasa sangat bersalah. Namun saat aku minta maaf, Braddy malah berkata, “Ah, jangan cemas. Itu garpu murahan. Ibuku membelinya dengan harga $2 selusin. Mungkinpun buatan China, makanya cepat patah.”

Stephani yang mendengarnya menambahkan, “Iya, buatan China memang payah! Ibuku cuma beli barang buatan Eropa atau USA yang lebih terjamin dibanding barang – barang buatan Asia yang murah tapi gampang rusak.”

Aku diam saja sambil tersenyum dan menelan ludah. Apa yang salah?

***

“Hari ini hari buruh!” kata ibu angkatku penuh semangat di awal bulan September, “Hari libur nasional dan ada sale dimana – mana.”

“Sale?” Tanyaku.

“Ya, sale. Kalau kamu mau membeli perlengkapan sekolah sebelum semester dimulai, sebaiknya beli sekarang saja, selagi sale.” Lalu ia menyodorkan ratusan lembar potongan kupon dan katalog yang datang bersama surat kabar dipagi hari.

Selama sisa hari itu aku menghabiskan waktu didepan TV mencari – cari kalau saja ada berita mengenai buruh Amerika yang demonstrasi untuk meminta kenaikan upah. Namun sayangnya tidak ada, sama sekali. Tidak ada demonstrasi di Hari Buruh Nasional, tidak ada buruh yang meninggal karena demonstrasi. Yang ada hanya sale besar – besaran dan hari libur pun berjalan dengan damai.

Apa yang salah?

Iklan

8 Komentar

Filed under Mifta Sugesty

8 responses to “Made in Asia, apa yang salah?

  1. nun

    Mifta, Indon memang menyedihkan! Itu kenapa kita harus merdeka! Hahaha.

    Tulisanmu sangat ok menurutku, kayak kata Pram pada Idrus (gurunya), tak ada yang kurang, tak ada yang lebih. Pas!

    NUN

  2. Nindy Silvie

    hahahha, lucu juga ya… aku dapat sweater dari goodwill made in Indonesia. hahah, kenapa kita produksi sweater ya? padahal panas minta ampun.. heheheh

  3. perempuan

    ‘Kita’ produksi sweater untuk orang Barat dan Utara, Nin. Mereka terlalu mahal kalau digaji untuk membuat pakaian mereka sendiri. Jadi mereka memakai tenaga kerja Asia yang murah dan lemah.

  4. ————————-
    Mifta, Indon memang menyedihkan! Itu kenapa kita harus merdeka! Hahaha.
    ————————-

    Really??? Kemana aja selama ini???

    =JS=

  5. zy

    aku suka produk Indonesia

  6. MuNa

    keren ta! hampir sama dengan pengalaman ku. kemaren tu aq beli baju hangat buad musim dingin, sampai dirumah aq baru tau kalau itu MADE IN INDONESIA,, org2 drumah juga pada tau,,kata mereka “it’s pretty! I like it!”..tapi ga lebih dari dua kali ku pake kancing-a pada rontok,,dan itu bukan satu., trus karna hampir semua-a rontok, habis pulang sekolah aku minta benang n jarum sama mama ku buad ngejait kancing2 itu,,trus mama q nanya,,” is it the sweater that made in Indonesia?” aq cuma senyum,,dan mama ku mengangguk,entah apa yg ada di kepala-a malam tu.

  7. ikut jejak gandhi yuk….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s