Kota si Louis dan Katrina

Ditulis oleh: Mifta Sugesty

SEPEREMPAT jam sudah lewat dari tengah malam ketika pesawat yang aku dan rombongan tempati tiba di bandar udara. “Selamat datang di New Orleans, Louisiana. Waktu setempat menunjukkan…”, aku menguap acuh tak acuh dengan suara Pramugari. Lalu berjinjit – jinjit berusaha menarik ransel yang penuh pakaian dalam dan keripik kentang dari kompartemen diatas kepala, secepatnya menjadi bagian dari barisan lambat orang – orang yang juga ingin keluar dari kabin pesawat. Seorang anak berkulit cokelat yang berdiri didepanku menarik lengan ibunya dan setengah merengek berkata,”Tengo hambre, Mama.” Aku lapar. Baca lebih lanjut

Iklan

1 Komentar

Filed under Mifta Sugesty

Jembatan Tisu

Ditulis oleh: Raisa Kamila

Saya dan Kanber Colak, laki- laki muda dari Turki, bertemu pada sebuah kebetulan yang menyenangkan: kami sama- sama menikmati tulisan Orhan Pamuk yang kemudian, mempertemukan kami di acara peluncuran buku terbarunya, Museum of Innocence, yang baru diterjemahkan dalam bahasa Jerman, bahasa yang baik bagi saya –siswi pertukaran pelajar—maupun Kanber, yang sudah lebih dulu tinggal di Switzerland, masih terdengar asing dan sulit dipahami. Baca lebih lanjut

11 Komentar

Filed under Raisa Kamila

Tentang Definisi Politik Mahasiswa Yang Kita Perdebatkan

Ditulis oleh: Rizki Alfi Syahril

Pemilihan raya (Pemira) untuk memilih Presiden Mahasiswa Universitas Syiah Kuala untuk masa bakti satu tahun ke depan akan dilaksanakan pada hari Senin (11/5) ini. Masa kampanye dan debat kandidat telah terlalui. Dan rupanya, proses politik yang biasanya kita dengar di dunia nyata, juga terjadi kampus. Misal adanya pengrusakan atau penghilangan beberapa atribut kampanye dari beberapa calon, adanya black campaign¸dsb.

Baca lebih lanjut

2 Komentar

Filed under Rizki Alfi Syahril

Salju Hitam

Ditulis oleh: Raisa Kamila

MALI dan Rajif akhirnya ikut dengan Bapak dan Ibu Shah untuk sepanjang hari dan malam ini. Mali membayangkan tempat yang akan mereka tuju itu seperti sebuah tebing curam tempat orang-orang dipaksa bekerja. Bapak dan Ibu Shah selama beberapa hari dan malam pergi ke sana dengan busana putih yang tidak menyenangkan. Setelah itu pulang tengah malam ke rumah penginapan dengan baju putih yang berwarna kusam dan campur debu dan muka lelah sehingga saat Mali menceritakan tentang sumur dalam yang gelap di rumah penginapan, Ibu Shah tidak berkata apa- apa selain, “Aku lelah sekali.”. Baca lebih lanjut

3 Komentar

Filed under Raisa Kamila

Dari Pesisir Pantai Lhoknga dan Lampuuk ke Pantai Gaza Palestina

Ditulis oleh: Rizki Alfi Syahril

Enam puluhan mahasiswa yang bergabung dengan Himpunan Mahasiswa Lhoknga, beberapa anggota gerakan mahasiswa di Unsyiah, dan beberapa elemen sipil di Banda Aceh, berinisiasi untuk membuat aksi solidaritas Palestina. Mereka bergabung dalam satu front, yang disebut FKP (Front Kemerdekaan Palestina) yang dikoordinir oleh Oryza. Berbeda dengan aksi yang lazim dilakukan oleh masyarakat sebelumnya, misal membuat konser amal, mengadakan pengumpulan dana di titik-titik tertentu di pemberhentian lampu merah, ataupun konvoi massa yang dibuat oleh partai atau organisasi islam lainnya, maka front ini memilih dengan cara lain. Yaitu membangun pemahaman bersama masyarakat di beberapa desa di Aceh, untuk menunjukkan dan memberikan sumbangsihnya untuk membantu korban kekejian Israel di Pantai Gaza. Pada tahap awal, bekerja sama dengan para mahasiswa Lhoknga, FKP menyisir pantai Lhoknga dan Lampuuk pada hari minggu, 17 Januari 2009. Bekerja sama dengan masyarakat setempat, para anggota FKP membantu pengutipan tiket masuk di beberapa loket di Pantai Lhoknga dan Lampuuk, yaitu di pintu masuk Lapangan Golf, Lampuuk, Babah Dua, dan Eumpee Nulu. Baca lebih lanjut

1 Komentar

Filed under Rizki Alfi Syahril

Sedikit Pledoi Dari Kami

Ditulis oleh: T. Oryza Keumala

Negara dalam derita. Bangsa dalam Sengsara. Dan negara bangsa kita dalam cengkraman kapitalisme. Sudah menjadi hal yang lumrah bagi rakyat Indonesia, protes terhadap setiap kebijakan publik yang dikeluarkan pemerintah yang tidak pro rakyat. Lalu kita kembali bertanya, apa rakyat yang bodoh, atau memang pemerintah sedikitpun tidak berpihak pada kita? Baca lebih lanjut

3 Komentar

Filed under T. Oryza Keumala

Cerita Pendek: “Mantan Suamiku”

Ditulis oleh: Edi Miswar Mustafa

Mom, come on.”

“Bentar lagi, Samirka.” Baca lebih lanjut

5 Komentar

Filed under Edi Miswar Mustafa